Sebut saja aku Adi, seorang pria yang baru lulus kuliah di salah satu universitas di Bandung. Dan dimulailah ceritaku ini ketika aku mendapatkan pekerjaan di Sidoarjo, Jawa Timur. Setelah dipikir aku memutuskan untuk menerima pekerjaan tersebut, karena aku juga mencari tantangan dengan bekerja diluar kota seorang diri.

Aku diterima bekerja sebagai admin di salah satu perusahaan di bidang pengantaran barang. Dan pemilik tempatku bekerja adalah haji Idrus, atau sering dipanggil Abah. Dia menjadi motivasiku dalam bekerja, karena dia membangun perusahaan ini dari nol. Dialah yang mengajariku tentang penting bekerja keras dan pantang menyerah.

Tidak butuh waktu lama bagiku untuk mencari tempat kost untuk aku tinggali nanti. Dan kostku juga tidak terlalu besar, hanya ada 8 kamar ukuran 4x3 dan 3 kamar mandi diluar bersebelahan dengan rumah ibu kost. Ibu kostku mempunyai seroang anak laki laki yang sudah menikah bernama Deni. Dia bekerja di salah satu perusahaan kontraktor yang berkantor di Surabaya. Tak jarang Deni meninggalkan istri dan anaknya untuk masalah pekerjaan, dan yang menarik perhatianku adalah mbak Yanti, istri mas Deni. Mbak Yanti selalu menyapaku dan anak-anak kost yang lain ketika bertemu di pagi hari.

"Berangkat kerja mas?" katanya dengan senyum dari bibir tipisnya yang merekah. Mbak Yanti selalu menggunakan hijab saat berpergian kemana-mana, namun beruntung aku bisa melihatnya tanpa hijab dengan pakaian rumah yang sederhana. Dan kadang ketika dia memakai daster atau kaos, kadang-kadang aku bisa melihat putingnya menyembul dari balik pakaian yang ia gunakan, dan mungkin ukurannya 34B. Entah sengaja tidak pakai bra atau aku yang terlalu imajinatif, dan kadang saat mandi aku membayangkan Mbak Yanti sembari mengocok kontolku.

Sabtu itu aku pulang siang karena kantor memang buak hanya setengah hari, dan tadi abah memanggilku dan menyuruh untuk menggantikan rekan kerja yang tidak masuk karena sakit. Aku diperintahkan untuk mengurus surat jalan dan truk di pelabuhan. Dan aku begadang 24 jam karena harus stand-by. Sebelum berangkat aku pergi ke warung untuk membeli kopi dan rokok, dan tidak sengaja aku melihat Mas Deni sedang duduk di bangku belakang rumah dan aku pun menyapanya " mas, ga ke kantor hari ini?" tanyaku. Mas Deni membalas " Har ini gak ngantor aku mas, sini Mas ngopi." "Waah boleh ya Mas? makasih" balasku " sebentar aku beli rokok Mas". Mas Deni bercerita tentang pengalamannya sewaktu bekerja, dia tipe orang yang rame dan suka bercanda. badannya gemuk dan wajahnya ceria. dia bercerita tentang hal-hal di Surabaya. dan dia bertanya apa aku sering ke surabaya. aku mengiyakannya, karena kadang aku disuruh untuk membeli spare part atau menghantarkan tagihan Abah.

Untuk kisah lengkapnya silakan KLIKDISINI